Posted by ۩۞۩ஜ Rihlah Jiwa ۩۞۩ஜ on Monday, 15 December 2014
Aku Takut Tidur, Umi
Malam sudah kian larut.
Umi Aisyah melihat gadis kecilnya, Zahra, masih sibuk bermain, dari pancaran matanya belum terlihat ia mengantuk.
Kebiasaan Zahra sejak hadir di tengah-tengah keluarga ini, susah tidur. Sering jelang pagi Zahra baru bisa tidur.
Berbagai cara sudah ia lakukan agar gadis kecil berumur tiga tahun itu bisa membuai mimpi lebih awal. Tapi hasilnya seringkali ia malah yang terlelap terlebih dahulu.
Umi Aisyah mencoba membujuk gadis kecilnya.
“Zahra sayang, kita bobok yuk, besok kita main lagi,”
“Zahra belum ngantuk, Umi,” jawab Zahra dengan wajah imutnya.
Umi Aisyah menggendong gadis kecil itu.
“Putri umi kenapa sih ngga mau tidur?” tanya Umi lagi dengan menarik pipi tembem Zahra.
“Zahra takut, Umi.”
“Takut? Takut kenapa sayang?”
“Takut kalau Umi ninggalin Zahra….”
Umi Aisyah tergetar mendengarnya.
Dipeluknya Zahra erat.
Mencoba menyelami pernyataan Zahra.
Ia menerawang.
Zahra, kehidupan seperti apa yang engkau reguk dahulu.
Seberapa sering ‘ibumu’ meninggalkanmu?
Hingga meninggalkan jejak rasa yang masih kau simpan sampai sekarang.
Seberapa sering belaian ibumu merengkuhmu?
Hingga kau selalu bergelayut manja, enggan untuk ditinggal.
Umi tidak ingin kau melupakan ibumu yang telah melahirkanmu, tapi umi hanya ingin kamu yakin bahwa sekarang ada umi di sampingmu.
“Zahra sekarang bobo ya? Umi ngga akan ninggalin Zahra,” bujuk Bu Aisyah meyakinkan Zahra.
“Umi janji?”
“Iya, Sayang.”
15.12.2014